Konsleting listrik menjadi salah satu penyebab terjadinya kerusakan perangkat elektronik hingga kebakaran. Untuk membantu mengurangi risiko tersebut, Arvin Surya Wahyu Oktavian, Hasby Alima Munfi, Ahmad Dava Aditya Prayoga, dan Handika Bagus mengembangkan FireGuard IoT, sebuah sistem deteksi konsleting listrik berbasis ESP32 yang terintegrasi dengan komunikasi Bluetooth dan website online.
Sistem ini dirancang untuk memantau kondisi listrik secara real-time melalui sensor yang terhubung ke perangkat. Data yang diperoleh akan dikirim dan ditampilkan pada website sehingga pengguna dapat mengetahui kondisi kelistrikan dengan lebih mudah dan cepat.
Selain melakukan pemantauan, FireGuard IoT juga dilengkapi fitur peringatan dini berupa alarm dan notifikasi website ketika terdeteksi lonjakan listrik yang berpotensi menyebabkan konsleting. Dengan adanya fitur tersebut, pengguna dapat segera mengambil tindakan sebelum terjadi kerusakan yang lebih besar.
Melalui penerapan teknologi Internet of Things (IoT), FireGuard IoT diharapkan dapat menjadi solusi monitoring kelistrikan yang lebih modern, praktis, dan mampu meningkatkan keamanan lingkungan dari risiko konsleting listrik maupun kebakaran.
Manfaat Proyek
FireGuard IoT dikembangkan untuk:
- Memungkinkan pengguna memantau data sensor suhu, kelembapan, dan tegangan listrik secara real-time.
- Memberikan peringatan melalui alarm ketika terdeteksi lonjakan listrik pada sistem.
- Mengirimkan notifikasi melalui website online saat terjadi kondisi yang berpotensi menyebabkan konsleting listrik.
- Memanfaatkan komunikasi Bluetooth untuk mengirim data dari transmitter ke receiver.
- Menampilkan informasi hasil pembacaan sensor melalui antarmuka website online yang mudah diakses pengguna.
- Membantu pengguna memantau kondisi kelistrikan ruangan dengan lebih mudah dan cepat.
- Mendukung upaya pencegahan bahaya yang dapat ditimbulkan akibat lonjakan listrik.
Selain itu, sistem ini juga berfungsi sebagai peringatan dini terhadap potensi konsleting listrik yang dapat menyebabkan kerusakan peralatan maupun kebakaran. Melalui alarm dan notifikasi yang diberikan, pengguna dapat segera mengambil tindakan sehingga risiko kerugian akibat gangguan kelistrikan dapat diminimalkan.
| Gambar: 1.1 Perangkat |
Mikrokontroler ESP32
ESP32 merupakan mikrokontroler utama yang digunakan pada sistem Deteksi Konsleting Listrik Berbasis IoT. Komponen ini berfungsi mengolah data dari sensor serta mengirimkan informasi melalui komunikasi Bluetooth dan website online.
Sensor PZEM-004T digunakan untuk memantau parameter kelistrikan seperti tegangan, arus, daya, energi listrik, frekuensi, dan faktor daya secara real-time. Data yang diperoleh akan dikirimkan ke ESP32 untuk diproses lebih lanjut.
| Gambar: 1.3 Modul Sensor PZEM-004T |
Modul Sensor DHT22
Sensor DHT22 berfungsi untuk mendeteksi suhu dan kelembapan lingkungan sekitar. Data yang diperoleh digunakan sebagai salah satu parameter dalam mendeteksi potensi bahaya kebakaran akibat gangguan kelistrikan.
| Gambar: 1.4 Sensor DHT22 |
Website Amperemete
Website berfungsi sebagai media monitoring dan penyampaian informasi kepada pengguna. Data suhu, kelembapan, dan kondisi kelistrikan yang dibaca sensor akan ditampilkan secara real-time melalui website. Selain itu, sistem juga akan memberikan notifikasi apabila terdeteksi lonjakan listrik yang berpotensi menyebabkan konsleting.
![]() |
| Gambar: 1.5 Tampilan Website |
Block Diagram
| Gambar: 1.6 Block Diagram |
Schematic
![]() |
| Gambar: 1.7 Schematic |
3D View PCB
Wiring Diagram
| Gambar 1.10 Wiring Diagram |
User Manual Gruide
Menyiapkan Adaptor
Siapkan 2 adaptor dengan output 5 volt dan soket DC Connector. Adaptor berfungsi mengubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC) untuk menyuplai daya ke komponen sistem. Setelah adaptor terpasang, hubungkan ke sumber listrik untuk menyalakan perangkat.



