Tidak semua perangkat elektronik dikembangkan di lingkungan pabrik atau laboratorium. Di dunia industri pertambangan, teknologi juga memiliki peran penting dalam mendukung operasional perusahaan agar berjalan aman, efektif, dan efisien. Di balik alat berat, sistem kerja lapangan, dan kebutuhan operasional tambang, terdapat peran tenaga teknis yang memastikan perangkat pendukung dapat bekerja dengan baik.
Perjalanan inilah yang kini dijalani oleh Mohamad Zulfa Zakariya dan Moch. Rheyga Rahmadhany, dua alumni Teknik Elektronika Industri (TEI) SMKN 1 Nglegok yang dipercaya bergabung sebagai Hardware Engineer di PT Antareja Mahada Makmur.
Bagi keduanya, kesempatan ini bukan hanya menjadi awal karier profesional, tetapi juga ruang untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan di lingkungan industri yang memiliki tantangan besar. Bekal yang diperoleh selama menempuh pendidikan di SMKN 1 Nglegok menjadi dasar penting untuk beradaptasi, bekerja secara disiplin, dan memberikan kontribusi dalam setiap tugas yang dijalankan.
Hardware Engineer di Lingkungan Industri Pertambangan
Sebagai Hardware Engineer, Mohamad Zulfa Zakariya dan Moch. Rheyga Rahmadhany berperan dalam menangani berbagai pekerjaan yang berkaitan dengan perangkat keras atau hardware. Tugas tersebut meliputi proses embedded system programming, perakitan dan penyolderan komponen elektronik, pemrograman, pengujian perangkat, pemeriksaan fungsi sistem, hingga memastikan setiap perangkat dapat bekerja sesuai standar yang telah ditetapkan perusahaan.
Bekerja di lingkungan industri pertambangan tentu memberikan pengalaman yang berbeda. Setiap pekerjaan harus memperhatikan aspek keselamatan kerja, ketelitian, keandalan perangkat, dan standar operasional perusahaan. Kondisi lapangan yang dinamis juga menuntut kemampuan teknis yang kuat serta sikap profesional dalam menyelesaikan pekerjaan.
Melalui pengalaman ini, keduanya tidak hanya mengembangkan kemampuan teknis di bidang elektronika, tetapi juga belajar memahami bagaimana teknologi diterapkan secara langsung untuk mendukung kebutuhan operasional industri.
Bekal Kompetensi dari Teknik Elektronika Industri
Perjalanan menuju dunia kerja profesional tidak terlepas dari proses pembelajaran yang telah dilalui selama di bangku sekolah. Di Teknik Elektronika Industri SMKN 1 Nglegok, Zulfa dan Rheyga memperoleh berbagai bekal kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri.
Mereka mempelajari elektronika dasar, sistem kontrol, mikrokontroler, sensor, aktuator, perakitan perangkat, pengujian rangkaian, hingga praktik troubleshooting. Kompetensi tersebut menjadi dasar penting dalam menjalankan pekerjaan sebagai Hardware Engineer, terutama ketika berhadapan dengan perangkat elektronik dan sistem pendukung operasional industri.
Selain kompetensi teknis, pembelajaran di TEI juga menanamkan budaya kerja yang baik. Peserta didik dibiasakan untuk bekerja secara disiplin, teliti, bertanggung jawab, mampu berkomunikasi, serta bekerja sama dalam tim. Melalui kegiatan praktik, Teaching Factory, serta Praktik Kerja Lapangan (PKL), siswa mendapatkan pengalaman yang mendekati kondisi nyata di dunia industri.
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi Zulfa dan Rheyga ketika memasuki lingkungan kerja profesional yang menuntut kesiapan, ketelitian, dan kemampuan beradaptasi.
Membawa Budaya Industri dari Bangku Sekolah
Bekerja di dunia industri tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis. Lebih dari itu, setiap tenaga kerja juga harus memiliki budaya kerja yang baik. Hal ini meliputi kedisiplinan, tanggung jawab, kepatuhan terhadap prosedur, komunikasi yang efektif, serta kemampuan menyelesaikan masalah secara sistematis.
Bekal tersebut telah menjadi bagian dari proses pembelajaran di Teknik Elektronika Industri SMKN 1 Nglegok. Melalui berbagai kegiatan praktik, peserta didik dilatih untuk menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur yang benar, menjaga kualitas hasil kerja, dan memahami pentingnya keselamatan kerja.
Bagi Mohamad Zulfa Zakariya dan Moch. Rheyga Rahmadhany, pengalaman selama di sekolah menjadi pondasi untuk beradaptasi dengan ritme kerja perusahaan. Mereka belajar bahwa setiap pekerjaan memiliki standar, target, dan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.
Di lingkungan industri pertambangan, sikap tersebut menjadi sangat penting. Keandalan perangkat, ketepatan pekerjaan, serta kepatuhan terhadap prosedur menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran operasional perusahaan.
Alumni TEI SMKN 1 Nglegok Siap Bersaing di Dunia Industri
Kisah Mohamad Zulfa Zakariya dan Moch. Rheyga Rahmadhany menjadi salah satu bukti bahwa lulusan Teknik Elektronika Industri SMKN 1 Nglegok memiliki peluang besar untuk berkarier di berbagai sektor industri, termasuk industri pertambangan.
Kompetensi di bidang elektronika industri tidak hanya dibutuhkan di pabrik, bengkel elektronika, atau laboratorium. Di era perkembangan teknologi saat ini, kemampuan tersebut juga dibutuhkan dalam sistem otomasi, perangkat kontrol, sistem monitoring, embedded system, Internet of Things, hingga teknologi pendukung operasional alat berat dan pertambangan.
Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran di TEI memiliki keterkaitan yang kuat dengan kebutuhan dunia kerja. Peserta didik tidak hanya dibekali pengetahuan dasar, tetapi juga keterampilan praktik dan karakter kerja yang dapat diterapkan langsung di lingkungan profesional.
Melangkah Lebih Jauh Bersama Dunia Industri
Perjalanan Mohamad Zulfa Zakariya dan Moch. Rheyga Rahmadhany menunjukkan bahwa setiap proses pembelajaran memiliki nilai penting untuk masa depan. Pengalaman belajar di Teknik Elektronika Industri SMKN 1 Nglegok menjadi bekal yang membantu keduanya menjalankan tanggung jawab sebagai Hardware Engineer di PT Antareja Mahada Makmur.
Kompetensi teknis, budaya kerja, serta pengalaman praktik yang diperoleh selama di sekolah menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan dunia kerja. Setiap tugas yang dijalankan menjadi kesempatan untuk terus berkembang, meningkatkan kemampuan, dan memberikan kontribusi nyata bagi perusahaan.
Bagi Teknik Elektronika Industri SMKN 1 Nglegok, alumni yang berkarya di dunia industri merupakan bagian dari keberlanjutan proses pendidikan vokasi yang berorientasi pada kompetensi dan kesiapan kerja. Semoga perjalanan karier Mohamad Zulfa Zakariya dan Moch. Rheyga Rahmadhany terus berkembang, memberikan pengalaman berharga, serta menjadi inspirasi bagi siswa-siswi TEI lainnya.
Pencapaian ini menjadi bukti bahwa lulusan TEI SMKN 1 Nglegok mampu beradaptasi, bersaing, dan berkontribusi di berbagai sektor industri, termasuk di balik besarnya dunia pertambangan Indonesia.
