Pernahkah Anda melihat proses pencatatan pelanggaran siswa di sekolah yang masih mengandalkan cara-cara konvensional seperti mengirim pesan via WhatsApp atau sekadar menulis di aplikasi Notepad? Meskipun terlihat praktis, metode manual ini sebenarnya menyimpan masalah besar dalam efisiensi dan integritas data. Bayangkan ketika terjadi pelanggaran massal, misalnya lima puluh siswa terlambat secara bersamaan; petugas OSIS harus menanyakan nama dan kelas satu per satu, yang tidak hanya memakan waktu sangat lama, tetapi juga membuka celah lebar bagi siswa untuk memanipulasi identitas mereka demi menghindari sanksi.
Menjawab tantangan tersebut, Septio Eka Rahma Diantara dan Zahra Ayu Widyaningrum XI TEI 2 SMK Negeri 1 Nglegok merancang sebuah solusi cerdas bertajuk "Sistem Pencatatan Pelanggaran Siswa Berbasis RFID Dengan User Interface Web" pada tahun 2026. Bukan sekadar alat pencatat elektronik biasa, mahakarya ini adalah sistem telemetri kedisiplinan yang mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT) untuk mentransformasi "keresahan" menjadi sebuah sistem yang jujur, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Manfaat Nyata Sistem bagi Lingkungan Sekolah
Implementasi sistem ini membawa dampak positif yang signifikan bagi berbagai pihak di ekosistem sekolah:
- Bagi Siswa: Sistem ini secara tidak langsung menjadi instrumen pembentuk karakter disiplin. Dengan kartu RFID yang bersifat personal dan unik, siswa didorong untuk lebih jujur karena tidak ada lagi celah untuk memalsukan identitas atau "meminjamkan" nama orang lain saat terjaring pelanggaran.
- Bagi Petugas OSIS: Efisiensi kerja meningkat drastis. Proses pendataan yang dulunya memakan waktu menit kini selesai hanya dalam hitungan detik melalui sekali "tap" kartu.
- Selain itu, data tersusun secara otomatis dan terstruktur dalam basis data, sehingga risiko kehilangan catatan akibat kelalaian manual dapat dieliminasi sepenuhnya.
- Bagi Guru & Pihak Sekolah: Memberikan transparansi penuh dalam pemantauan kedisiplinan. Guru kini dapat memantau data pelanggaran secara real-time dari mana saja melalui dashboard web di domain sipensiber.space tanpa perlu menunggu laporan fisik dari petugas, sehingga langkah pembinaan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tepat sasaran.
![]() |
| Gambar 1.1. Alat Jadi |
Mikrokontroler Utama (ATmega328P)
ATmega328P bertindak sebagai pusat kendali lokal yang mengorganisir seluruh input dan output di lapangan. Komponen ini dirakit di atas PCB kustom hasil rancangan mandiri dan bertanggung jawab penuh dalam menangani tugas-tugas kritis, seperti pembacaan data kartu RFID, pemrosesan logika navigasi menu melalui tombol, hingga menampilkan instruksi operasional pada layar LCD. Secara teknis, mikrokontroler ini memiliki kecepatan maksimum hingga 20MHz dengan 23 pin I/O yang dapat dikonfigurasi. Chip ini juga dilengkapi dengan fitur internal yang mumpuni, termasuk ADC (Analog-to-Digital Converter) 10-bit, memori FLASH sebesar 32KB untuk penyimpanan program, serta EEPROM sebesar 1KB.
ESP32-WROOM berperan khusus sebagai jembatan konektivitas IoT yang menghubungkan sistem di lapangan dengan dunia luar melalui internet. Mikrokontroler ini bertugas menerima kiriman data pelanggaran dari ATmega328P melalui protokol komunikasi SPI dan meneruskannya secara nirkabel menuju server basis data cloud menggunakan metode HTTP POST. Perangkat ini ditenagai oleh chip ESP32-D0WDQ6 yang mengintegrasikan fitur nirkabel Bluetooth dan Wi-Fi 2.4GHz dengan daya keluaran mencapai 20.5dBm. Selain itu, ESP32 menyediakan berbagai antarmuka komunikasi modern seperti I2C, I2S, SDIO, dan UART yang menjamin fleksibilitas tinggi dalam pertukaran data system.
Modul RFID RC522 merupakan indera identifikasi nirsentuh yang bekerja pada frekuensi tinggi 13,56 MHz untuk mendeteksi identitas personal siswa. Setiap siswa dibekali dengan kartu personal yang menyimpan kode unik atau UID (Unique Identifier), di mana modul ini mampu membacanya secara otomatis ketika kartu didekatkan pada jarak efektif hingga 5 sentimeter. Modul ini beroperasi pada tegangan rendah 2.5V hingga 3.3V dengan kecepatan bus SPI mencapai 10 Mbit/s untuk transfer data yang instan. Perangkat ini sangat efisien karena hanya mengonsumsi arus kurang dari 13 mA dalam kondisi siaga dan telah mendukung berbagai standar kartu pintar internasional seperti MIFARE dan ISO 14443A.
berfungsi sebagai media visualisasi lokal yang menyajikan instruksi sistem serta daftar pilihan pelanggaran kepada petugas secara aktual. Layar ini memiliki kapasitas tampilan sebanyak 16 karakter dalam 2 baris, memberikan panduan langkah-demi-langkah bagi pengguna selama proses pemindaian kartu dan penginputan data.Keunggulan utama layar ini terletak pada integrasi modul antarmuka I2C berbasis chip PCF8574. Dengan teknologi ini, layar hanya membutuhkan dua jalur data (SDA dan SCL) untuk berkomunikasi dengan mikrokontroler, sehingga sangat menghemat penggunaan pin dibandingkan LCD standar yang membutuhkan hingga 8 jalur kabel data.
Tombol Sakelar Navigasi
Sistem dilengkapi dengan tiga buah tombol tekan (push button) yang berfungsi sebagai kontrol input presisi untuk navigasi menu. Ketiga tombol ini memiliki peran terstandarisasi: tombol Step Up untuk memindahkan pilihan menu ke atas, tombol Step Down untuk memindahkan pilihan ke bawah, dan tombol Enter untuk mengonfirmasi jenis pelanggaran yang dipilih. Setiap tombol dirancang untuk penggunaan intensif dengan daya tahan operasional minimal 300.000 kali tekan. Secara elektrik, tombol ini memiliki kapasitas rating 50mA / 12VDC dan mampu beroperasi stabil pada lingkungan dengan suhu ekstrem antara -25°C hingga +70°C.
Logic Level Shifter (LLS)
Logic Level Shifter (LLS) adalah komponen vital yang berperan sebagai penjaga keamanan data dan penyelaras tegangan antar chip. Karena sistem menggunakan komponen dengan level tegangan yang berbeda (ATmega328P pada 5V, sementara ESP32 dan RFID pada 3,3V), LLS bertindak sebagai jembatan yang memastikan sinyal digital tetap akurat saat melewati jalur komunikasi SPI. Modul ini bekerja secara dua arah (bi-directional) menggunakan komponen aktif MOSFET N-Channel (BSS138) dan resistor pull-up 10kΩ. Dengan menyediakan 4 jalur data utama, LLS mampu melindungi komponen elektronik yang sensitif dari risiko kerusakan permanen akibat perbedaan tegangan operasional atau tegangan berlebih.
Schematic
![]() |
| Gambar 1.8. Schematic |
![]() |
| Gambar 1.9. Schematic |
3D View PCB
![]() |
| Gambar 1.11. PCB Bawah |
![]() |
| Gambar 1.12. PCB Atas |
![]() |
| Gambar 1.13. PCB Bawah |
Wiring Diagram
Cara Kerja Sistem
Dari Tap Kartu ke Database Cloud. Sistem ini bekerja melalui siklus akuisisi data yang sangat sistematis. Proses dimulai saat siswa menempelkan kartu RFID pada modul RC522, di mana sistem akan membaca kode unik kartu tersebut.Jika kartu terdaftar, ATmega328P akan menampilkan menu pilihan pelanggaran (seperti Telat, Atribut Kurang, atau Rambut/Makeup) pada layar LCD.Setelah petugas menekan tombol Enter, data UID dan kode pelanggaran dikemas dan dikirim ke chip ESP32 melalui protokol SPI. Selanjutnya, ESP32 meneruskan data tersebut secara nirkabel menggunakan metode HTTP POST menuju server. Data yang diterima oleh server langsung memperbarui basis data MySQL dan secara otomatis tampil pada dashboard web secara waktu nyata.
User Manual Guide
Persiapan Daya
Siapkan adaptor 5 Volt dengan arus minimal 2 Ampere dan hubungkan ke soket DC pada box perangkat.![]() |
| Gambar 1.15. Adaptor 5V |
Konfigurasi Wi-Fi
Jika pertama kali digunakan, hubungkan smartphone ke Access Point bernama "Pelanggaran Siswa RFID" (password: adminadmin), akses alamat 192.168.4.1 pada browser untuk memasukkan SSID dan password Wi-Fi sekolah.![]() |
| Gambar 1.16. Konfigurasi Wi-Fi |
Inisialisasi
Tunggu hingga layar LCD menampilkan pesan "SISTEM SIAP", yang menandakan alat sudah terhubung ke internet dan siap digunakan.Operasi
Tempelkan kartu siswa, pilih jenis pelanggaran menggunakan tombol navigasi, lalu tekan Enter hingga muncul pesan "DATA TERKIRIM!.Pusat Kendali Digital: Website sipensiber.space
Portal sipensiber.space berfungsi sebagai pusat kendali utama bagi pengelola. Berdasarkan Bab 13.2, fitur-fitur unggulannya meliputi:
Dashboard Utama: Menyajikan ringkasan sistem berupa Counter Card (Kasus Hari Ini & Total Minggu Ini), Grafik Tren Pelanggaran 7 Hari Terakhir, serta Tabel Aktivitas Log RFID Terkini secara real-time.
Menu Rekapitulasi: Fasilitas untuk mengarsip dan menyaring data berdasarkan kelas, jurusan, atau rentang waktu, serta mengunduh laporan ke format PDF atau Excel.
Menu Analytics: Visualisasi statistik per jurusan menggunakan grafik lingkaran (pie chart) untuk memantau tingkat kedisiplinan secara mendalam.
Super Admin Panel: Halaman khusus bagi pemegang hak akses tertinggi untuk manajemen data siswa (tambah/edit/hapus), pengaturan poin maksimal per jurusan, serta pemantauan lalu lintas data melalui System Logs.
Tampilan Dashboard Web
Baca Juga: Project Inovasi Siswa TEI untuk menemukan karya bermanfaat lainnya.


.jpeg)

.jpeg)




.jpeg)


