Pernahkah Anda merasa bahwa kondisi mesin mobil Anda adalah sebuah "kotak hitam" yang misterius? Seringkali, pemilik kendaraan hanya bisa menebak-nebak kesehatan mesin mereka hingga lampu indikator kerusakan menyala atau terjadi kegagalan sistem yang fatal, meramu sebuah mahakarya teknologi bertajuk ECU Reader Berbasis IoT pada tahun 2026. Proyek ini merupakan karya Federico Rizki Aliani dan Maulana Bahrul Hikam, bukan sekadar tugas sekolah, melainkan sebuah solusi cerdas yang dirancang untuk mendiagnosis parameter sensor kendaraan secara efektif dan berkelanjutan.
yang menghubungkan data biner kompleks di dalam Electronic Control Unit (ECU) mobil—yang biasanya hanya bisa diakses oleh mekanik profesional—langsung ke layar ponsel Anda melalui jalur Internet of Things ( Controller Area Network ) yang super cepat dan stabil, perangkat ini menyadap informasi langsung dari soket OBD2 (SAE J1962) yang terdapat pada kabin kendaraan. Hasilnya adalah sebuah sistem telemetri canggih yang mampu mengubah data mentah menjadi wawasan visual yang mudah dipahami.
Beban kerja mesin, hingga tegangan baterai dan laju aliran massa udara ( MAF ). Hebatnya lagi, sistem ini tidak hanya menyatukan, tetapi juga melakukan pencatatan data (data logging) secara otomatis setiap 5 detik ke dalam database. Integrasi fitur ini memastikan bahwa diagnosis kerusakan tidak lagi sekadar menebak-nebak atau intuisi semata, melainkan hasil dari analisis data yang akurat, pengguna dapat meninjau riwayat kinerja kendaraan untuk kebutuhan pemeliharaan jangka panjang, menjadikan setiap perjalanan lebih aman dan terukur melalui teknologi di ujung jari.
![]() |
| Gambar 1.1. Alat Jadi |
Spesifikasi
Mikrokontroler ESP32
ESP32 inilah jantung dari seluruh sistem. Dengan prosesor Dual-Core 32-bit yang berlari kencang hingga 240 MHz , ESP32 tidak hanya memproses data sensor yang rumit, tetapi juga berperan sebagai pemancar Wi-Fi yang mengirimkan data kendaraan ke awan (cloud) tanpa jeda yang berarti.
Soket OBD2
Berfungsi sebagai gerbang komunikasi fisik dengan kendaraan, konektor OBD2 berbentuk trapesium dengan 16 pin ini memungkinkan perangkat untuk mengakses memori ECU,sistem ini menarik data sensor langsung dari jaringan internal mobil dengan standar industri otomotif.
![]() |
| Gambar 1.3. Soket OBD2 |
Modul CAN Bus MCP2515
Modul ini bertindak sebagai "penerjemah" bahasa mesin yang mengimplementasikan spesifikasi CAN Versi 2.0B, memastikan hanya informasi relevan yang disimpan ke mikrokontroler sehingga sistem tetap responsive.
| Gambar 1.4. Modul CAN Bus MCP2515 |
OLED SH1106
Sebagai media visualisasi lokal di dalam kabin, digunakan layar OLED 1,3 inci dengan resolusi 128x64 piksel.Teknologi OLED memungkinkan layar ini menampilkan tingkat warna hitam yang pekat dan kontras tajam tanpa lampu latar, memberikan visibilitas maksimal bagi pengemudi untuk memadukan parameter mesin secara instan.
| Gambar 1.5. OLED SH1106 |
Buck Converter LM2596S
Mengingat tegangan aki mobil yang dinamis (12V-14.8V), modul LM2596S berperan krusial dalam menstabilkan daya, yang aman bagi komponen elektronik sensitif dengan efisiensi tinggi, menjaga perangkat dari risiko tegangan berlebih.
| Gambar 1.6. Buck Converter LM2596S |
Block Diagram
| Gambar 1.7. Block Diagram |
Schematic
3D View PCB
| Gambar 1.9. 3D PCB Tampak Atas |
Gambar 1.10. 3D PCB Tampak Bawah
Wiring Diagram
User Manual Guide
Pemasangan Extension OBD2 pada Kendaraan
OBD2 pada port diagnostik kendaraan. Port ini umumnya terletak di ruang penumpang sisi pengemudi, tepatnya di bawah roda kemudi (steering wheel) atau di area tengah konsol agar mudah diakses. Penggunaan kabel ekstensi sangat krusial untuk memberikan kemacetan dalam penempatan perangkat ECU Reader selama proses monitoring berlangsung, serta konektor terkunci dengan baik guna menghindari gangguan komunikasi data.
Sinkronisasi Koneksi Perangkat
Setelah kabel ekstensi terpasang di kendaraan, sambungkan ujung kabel tersebut ke konektor OBD2 pada perangkat ECU Reader. Koneksi fisik ini merupakan jalur utama transmisi data menggunakan pin CAN High (Pin 6) dan CAN Low (Pin 14) yang terhubung langsung ke modul CAN Bus pada mikrokontroler.Pastikan konektor terpasang dengan sempurna dan rapat agar pertukaran data antara ECU dan perangkat berlangsung stabil dan berkesinambungan.
Aktivasi Kelistrikan dan Sistem ECU
Putar kunci kendaraan ke posisi ON atau nyalakan mesin kendaraan untuk mengaktifkan sistem kelistrikan ECU serta seluruh sensor internal. Pada tahap ini, mikrokontroler ESP32 akan memulai proses inisialisasi perangkat dan melakukan komunikasi dengan ECU melalui modul CAN Bus MCP2515 atau membaca siaran data otomatis dari jaringan kendaraan.
Verifikasi Indikator dan Monitoring Lokal
Pada perangkat. Layar ini berfungsi sebagai media visualisasi lokal yang menampilkan parameter mesin secara real-time seperti RPM, kecepatan, dan suhu mesin tanpa harus membuka dashboard web. Jika parameter sudah bergerak secara dinamis sesuai kondisi mesin, maka sistem telah berada dalam kondisi operasional yang sukses.
Cara Kerja Sistem: Dari Mesin ke Cloud
Sistem ini bekerja melalui siklus akuisisi data yang cerdas. Saat perangkat terhubung, ESP32 melalui modul MCP2515 berkomunikasi dengan ECU melalui jaringan CAN Bus berkecepatan 500 kbps. Data biner mentah yang diterima kemudian didekodekan menggunakan persamaan matematika standar—seperti perhitungan RPM yang menggabungkan dua byte data lalu membaginya dengan empat—menjadi nilai metrik fisik. Data hasil konversi ini ditampilkan di layar OLED lokal dan dikirimkan secara otomatis ke database server MySQL setiap 3 detik melalui jaringan internet
User Manual Guide Website
Dashboard web merupakan pusat kendali jarak jauh yang dapat diakses melalui domain ecureader.my.id
Konfigurasi Internet
Pastikan SSID dan password Wi-Fi pada program alat sudah disesuaikan agar perangkat dapat terhubung ke internet.
Memulai Pemantauan
Klik tombol "Mulai Monitor" pada dashboard web; sistem akan berubah dari status Standby menjadi Running.
Eksplorasi Fitur:
- URL Website: Dengan URL https://ecureader.my.id/
![]() |
| Gambar 1.12. URL Web |
- Dashboard Utama: Menampilkan pergerakan dinamis jarum gauge speedometer dan RPM.
- Parameter Analisis: Menu untuk diagnosis lebih lengkap mencakup sistem bahan bakar, suhu, dan kesehatan mesin.
- ECU Logs: Meninjau riwayat performa kendaraan yang dicatat otomatis setiap 5 detik ke dalam database.
Pengaturan: Gunakan menu Pengaturan untuk menyesuaikan kapasitas tangki atau keliling ban agar pemantauan data semakin presisi sesuai spesifikasi mobil And





