Pada Tahun 2024 mencatatkan sebuah sejarah inspiratif bagi keluarga besar Teknik Elektronika Industri (TEI) SMKN 1 Nglegok. Salah satu siswa terbaiknya, Iqbal Dwi Saputra, berhasil membuktikan bahwa sekat antara pendidikan vokasi dan universitas riset papan atas bukanlah penghalang untuk berprestasi. Melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Iqbal resmi diterima di Universitas Airlangga (UNAIR) pada program studi S1 Teknik Elektro.
Keberhasilan ini menjadi momen emosional sekaligus membanggakan bagi almamater. Iqbal memulai langkah perdananya di kampus "Airlangga" pada 14 Agustus 2024, membawa semangat inovasi yang telah ditempa selama tiga tahun di bengkel elektronika Nglegok.
Strategi "Investasi" Prestasi dan Kekuatan Sertifikat
Lolos ke salah satu universitas terbaik di Indonesia melalui jalur tanpa tes menuntut persiapan yang sangat matang. Iqbal memahami bahwa nilai rapor yang stabil dari semester awal adalah fondasi, namun sertifikat adalah "amunisi" tambahan yang krusial. Sejak awal masuk SMK, ia secara konsisten mengumpulkan bukti kompetensi, mulai dari piagam penghargaan lomba hingga sertifikat pelatihan teknis.
Bagi Iqbal, setiap sertifikat yang ia dapatkan bukan sekadar lembaran kertas, melainkan representasi dari jam terbangnya dalam memahami teknologi. Koleksi prestasi inilah yang menjadi pembeda utama dalam portofolionya, meyakinkan pihak universitas bahwa lulusan SMK memiliki kedalaman kompetensi yang setara, bahkan lebih unggul dalam aspek teknis tertentu dibandingkan pendaftar dari sekolah umum.
Dari Praktisi Perangkat Keras Menuju Analis Sistem
Pilihan Iqbal untuk mengambil jenjang Sarjana (S1) di UNAIR menunjukkan visi yang luas. Berbeda dengan jenjang vokasi yang lebih dominan pada praktik, program S1 Teknik Elektro menuntut kemampuan analisis teori, riset mendalam, dan perancangan sistem yang kompleks. Transisi ini adalah tantangan yang disambut Iqbal dengan antusias.
Dasar-dasar hardware dan software yang telah ia kuasai di TEI SMKN 1 Nglegok memberikan keuntungan kompetitif. Saat mahasiswa lain mungkin baru mengenal komponen secara teori, Iqbal sudah terbiasa "berteman" dengan perangkat nyata. Bekal ini memudahkannya memvisualisasikan konsep abstrak dalam teknik elektro menjadi solusi yang lebih konkret dan aplikatif.
Akar Inovasi dari TEI
Satu hal yang tetap melekat pada diri Iqbal adalah pola pikir problem solver. Di jurusan TEI, ia tidak hanya diajarkan cara merakit alat, tetapi didorong untuk peka terhadap permasalahan yang ada di masyarakat. Tugas-tugas di sekolah yang mewajibkan pencarian solusi nyata melalui gabungan IoT (Internet of Things) dan hardware telah membentuk mentalitas inovatifnya.
Ia dilatih untuk berpikir sistematis: mengidentifikasi masalah, merancang perangkat keras, dan menghubungkannya dengan sistem cerdas. Karakter inilah yang ia bawa ke bangku perkuliahan. Iqbal bukan sekadar mahasiswa yang mengejar gelar, melainkan calon insinyur yang memiliki empati teknologi sosok yang mampu menciptakan alat bukan hanya karena kecanggihannya, tetapi karena kegunaannya bagi publik.
Harapan dan Inspirasi bagi Adik Kelas
Keberhasilan Iqbal Dwi Saputra adalah pengingat kuat bagi seluruh adik kelas di SMKN 1 Nglegok bahwa pintu perguruan tinggi negeri mana pun terbuka lebar. Lulusan SMK memiliki keunikan tersendiri yang sangat dihargai di tingkat universitas, yaitu perpaduan antara keterampilan tangan dan ketajaman logika.
Selamat berjuang di Kampus Oranye, Iqbal! Teruslah membawa harum nama SMKN 1 Nglegok melalui karya-karya hebatmu di masa depan.
