Empat Lulusan SMK Negeri 1 Nglegok Bekerja di PT King Halim Jewelry

Keempat siswi lulusan kompeten Teknik Elektronika Industri SMK Negeri 1 Nglegok berhasil menunjukkan bahwa pendidikan vokasi bisa membawanya ke dunia industri profesional. Irama Anesa, Anggita Ananda Pricillia, Nur Aghni Hidayatu Hasanah, dan Nora Sefiana yang lulus pada tahun 2025 berhasil menembus industri besar berkat keterampilan teknis serta kedisiplinan yang mereka kembangkan selama dibangku SMK. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa lulusan SMK peluang yang besar untuk dan berkontribusi di dunia kerja. 

Keempat lulusan tersebut kini bekerja di PT King Halim Jewelry yang berlokasi di kawasan Ngoro Industri Persada Kav. P1, Mojokerto, Indonesia. Perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan manufaktur perhiasan emas dan produk turunannya yang telah berdiri sejak tahun 1981 dan dikenal memiliki standar kualitas serta ketelitian kerja yang tinggi. Masuknya lulusan SMK Negeri 1 Nglegok ke perusahaan berskala besar tersebut menjadi pencapaian yang membanggakan sekaligus menunjukkan kepercayaan industri terhadap kualitas lulusan pendidikan vokasi.

Saat ini, Irama Anesa, Anggita Ananda Pricillia, Nur Aghni Hidayatu Hasanah, dan Nora Sefiana bekerja sebagai Operator Produksi. Dalam posisi tersebut, mereka memiliki tanggung jawab utama mengoperasikan mesin-mesin produksi sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Pekerjaan ini menuntut ketelitian, konsistensi, serta kepatuhan terhadap aturan keselamatan dan kualitas produksi. Keempatnya resmi mulai menjalankan tugas di PT King Halim Jewelry sejak 4 Maret 2025, yang menandai langkah awal mereka dalam meniti karier profesional di dunia industri manufaktur.

Selama menempuh pendidikan di jurusan Teknik Elektronika Industri SMK Negeri 1 Nglegok, para lulusan dibekali dengan berbagai kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri. Materi pembelajaran mencakup dasar kelistrikan, sistem kontrol, pengoperasian dan pemeliharaan mesin industri, hingga pemahaman tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Pembelajaran yang menekankan keseimbangan antara teori dan praktik membuat siswa terbiasa menghadapi permasalahan teknis secara langsung, sehingga lebih siap ketika terjun ke dunia kerja.

Dalam menjalankan perannya sebagai operator produksi, keempat siswi lulusan ini dituntut untuk memiliki ketelitian tinggi serta kemampuan mengikuti alur kerja yang telah ditetapkan perusahaan. Proses produksi di industri manufaktur perhiasan memerlukan presisi dan konsistensi, sehingga setiap tahapan pekerjaan harus dilakukan sesuai standar kualitas dan keselamatn kerja. Pengalaman ini menjadi sarana bagi mereka untuk terus mengasah keterampilan teknis sekaligus membangun sikap profesional di lingkungan kerja nyata.

Adaptasi yang baik terhadap ritme kerja industri juga menunjukkan kesiapan mental dan karakter kerja para lulusan SMK Negeri 1 Nglegok. Mereka mampu bekerja disiplin, bertanggung jawab, serta menjalin kerja sama yang baik dengan rekan kerja dan atasan. Hal ini membuktikan bahwa pembekalan selama masa pendidikan SMK tidak hanya berfokus pada penguasaan kompetensi keahlian, tetapi juga pada pembentukan sikap kerja yang menjadi kebutuhan utama dunia industri saat ini.

Keberhasilan mereka tidak lepas dari peran SMK Negeri 1 Nglegok yang secara konsisten menjalin sinergi dengan dunia industri (DUDI). Melalui program pembelajaran berbasis industri, praktik kerja lapangan, serta pembiasaan budaya kerja sejak di bangku sekolah, siswa didorong untuk memiliki etos kerja yang kuat dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan lapangan. Hal ini menjadi bekal berharga bagi lulusan untuk bersaing dan mendapatkan kepercayaan dari perusahaan berskala besar.

Kisah Irama Anesa, Anggita  Ananda Pricillia, Nur Aghni Hidayatul Hasanah, dan Nora Sefiana menjadi bukti nyata bahwa pendidikan vokasi mampu mencetak lulusan yang siap kerja dan berdaya saing tinggi. Keberhasilan mereka di PT King Halim Jewelry diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi adik adik kelas dan generasi muda lainnya untuk terus mengembangkan keterampila, menjaga kedisiplinan, serta percaya bahwa lulusan SMK memiliki peluang besar untuk sukses di dunia industri profesional.

Ke depannya, SMK Negeri 1 Nglegok berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan vokasi melalui penguatan kurikulum, peningkatan sarana dan prasarana praktik, serta perluasan kerja sama dengan berbagai mitra industri. Dengan langkah tersebut, sekolah beharap dapa terus melahirkan lulusan-lulusan kompeten yang siap menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan industri, sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata bagi dunia kerja.

Selain itu, keberadaan lulusan SMK Negeri 1 Nglegok di lingkungan industri juga memberikan dampak positif bagi citra sekolah di mata dunia usaha. Kepercayaan yang diberikan perusahaan menjadi indikator bahwa kompetensi yang dimiliki lulusan telah sesuai dengan kebutuhan industri saat ini. Hal ini sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara sekolah dan industri, baik dalam bentuk praktik kerja lapangan, magang guru, hingga penyelarasan kurikulum berbasis kebutuhan nyata di lapangan kerja.

Tidak hanya berorientasi pada penyerapan tenaga kerja, pendidikan vokasi juga diarahkan untuk membentuk lulusan yang mampu berkembang secara berkelanjutan. Dengan pengalaman kerja yang diperoleh sejak awal karier, para lulusan diharapkan dapat terus meningkatkan kompetensi, mengikuti perkembangan teknologi, serta memiliki peluang untuk meniti jenjang karier yang lebih tinggi di masa depan. Sikap mau belajar dan beradaptasi inilah yang menjadi modal penting bagi lulusan SMK untuk bertahan dan unggul di tengah persaingan dunia industri yang semakin kompetitif.

Dengan demikian, pendidikan vokasi diharapkan terus menjadi solusi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang terampil, berkarakter, dan siap kerja, sekaligus berkontribusi nyata dalam mendukung pertumbuhan industri dan pembangunan ekonomi daerah secara berkelanjutan, secara konsisten, terarah, dan berorientasi masa depan Indonesia.

Posting Komentar