M. Niko Nur Cahyono, Junior Engineer PT. Teknolab Caraka Internasional

M. Niko Nur Cahyono adalah salah satu alumni SMKN 1 Nglegok yang berhasil membuktikan bahwa keterampilan dan pengalaman dari SMK dapat menjadi modal kuat untuk memasuki dunia kerja profesional. Ia adalah lulusan jurusan Teknik Elektronika Industri (TEI) angkatan ke-13. Sejak SMK, ia sudah memiliki ketertarikan besar di bidang elektronika. Bahkan sebelum masuk SMKN 1 Nglegok, sejak SMP ia sudah mulai belajar dan mengembangkan kemampuannya dalam merakit perangkat elektronik, bermain dengan rangkaian, serta mempelajari cara kerja komponen perangkat keras. Ketertarikan itu tumbuh menjadi pengalaman berharga tetapi tetap ia kembangkan dengan belajar, mencoba, dan mengikuti berbagai kegiatan di sekolah.

Selama di SMK, Niko bukan hanya belajar dari materi yang diberikan oleh guru, tetapi juga mengembangkan keterampilannya melalui berbagai kompetisi dan proyek praktik. Salah satu pengalaman pertamanya adalah ketika ia mengikuti lomba Robotic Line Follower saat masih berada di kelas X. Dari lomba ini, ia belajar bahwa teknologi bukan sesuatu yang hanya dipelajari lewat teori, tetapi harus dipraktikkan dan diuji langsung di lapangan. Perlombaan itu memberinya pengalaman pertama dalam merancang robot dan memprogram sistem agar dapat bekerja mengikuti lintasan secara otomatis.

Perjalanan kompetisi Niko berlanjut pada banyak kegiatan lainnya. Ia pernah mengikuti lomba IoT, lomba robot teknik, hingga Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI). Setiap kompetisi memberikan tantangan berbeda. Lomba robot mengasah kemampuannya dalam merancang sensor dan sistem gerak. Lomba IoT menuntut pemahaman untuk menghubungkan perangkat elektronik dengan sistem digital. Sementara lomba LKTI melatih cara berpikir kritis, penyusunan ide, dan penyelesaian masalah. Semua pengalaman ini memberikan pelajaran penting tentang bagaimana mengembangkan sistem elektronik secara terstruktur, mulai dari desain hingga pemrograman.

Salah satu tonggak prestasinya yang paling membanggakan adalah saat ia berhasil meraih medali emas dalam ajang lomba IoT (Internet of Things) International Modern Robotic Olympiad (IMRO) 2023. Prestasi ini membuktikan bahwa siswa SMK juga memiliki daya saing di bidang teknologi modern yang berkembang begitu cepat. Tidak hanya itu, pada tahun yang sama ia juga berhasil membawa nama sekolah dengan meraih penghargaan Best Poster Automation Week VI 2023 pada bidang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI). Dalam ajang ini, peserta diharuskan menampilkan inovasi perangkat elektronik dan otomatisasi yang berguna di dunia industri. Poster yang ia rancang bukan hanya sekadar desain, tetapi mengandung ide, konsep, dan implementasi perangkat industri berbasis otomasi. 

Tidak berbeda jauh dengan kisah para alumni berprestasi lainnya, perjalanan Niko menuju dunia kerja yang ia jalani sekarang bukanlah proses yang instan. Ia terbiasa menghadapi tugas-tugas teknik yang membutuhkan ketelitian tinggi. Ketika ada masalah pada perangkat praktik di sekolah, Niko sering menjadi orang yang dapat diandalkan. Ia melihat setiap kerusakan atau error sebagai tantangan, bukan hambatan. Kemampuan troubleshooting inilah yang nantinya sangat  berguna di dunia industri.

Semua pengalaman ini menjadi bekal penting ketika ia memasuki dunia kerja dan bergabung dengan PT. Teknolab Caraka Internasional, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang otomasi industri, Internet of Things (IoT), embedded system, dan robotika. Di sini, ia berhasil menempati posisi sebagai Junior Engineer. Posisi ini menuntut kemampuan teknis yang kuat, analisis yang baik, serta ketelitian dalam merancang sistem. Perannya tidak hanya sekadar membuat perangkat elektronik yang dapat berfungsi, tetapi membangun sistem dari nol sampai menjadi produk yang siap digunakan.

Tugas sehari-harinya meliputi merancang hardware design, membuat sistem perangkat mulai dari gambar blok diagram, penyusunan skematik, uji fungsi, hingga menjadi rangkaian yang bekerja dengan baik. Setelah proses hardware selesai, tugas berlanjut dengan pemrograman sistem agar perangkat mampu berjalan sesuai kebutuhan. Di sinilah kemampuan pemrograman dan perancangan sistem yang ia pelajari sejak SMK benar-benar terbukti bermanfaat.

Selain bekerja di PT. Teknolab, Niko tidak berhenti belajar. Saat ini ia juga kuliah di Universitas Nahdlatul Ulama Blitar, mengambil jurusan Ilmu Komputer untuk menambah pengalaman dan memperluas wawasannya. Di waktu luangnya, ia masih aktif mengembangkan keahliannya dengan melakukan eksperimen di dunia pemrograman. Menurutnya, kemampuan harus terus diasah agar tidak tertinggal oleh perkembangan teknologi, terutama di era industri digital.

Keberhasilan Niko bukan hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa lulusan SMK memiliki potensi yang besar untuk bersaing di dunia industri. Banyak orang yang mungkin masih memiliki anggapan bahwa lulusan SMK hanya dapat bekerja pada level tertentu saja, padahal kenyataannya justru sebaliknya. Pendidikan SMK memberikan pengalaman langsung melalui praktik, mengasah keterampilan teknis, sekaligus mempersiapkan siswa untuk terjun di dunia kerja sejak dini. Niko adalah salah satu contoh nyata bagaimana pendidikan vokasi dapat menghasilkan lulusan yang siap pakai, kompeten, dan berkualitas.

Kisah Niko memberikan inspirasi besar bagi siswa SMK lainnya untuk tidak ragu mengembangkan keterampilan yang dimiliki. Tidak ada kemampuan yang sia-sia selama seseorang mau belajar, berlatih, dan memperjuangkannya. Dunia industri saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang terampil, kreatif, dan mampu memecahkan masalah secara langsung. Dan semua itu telah ditunjukkan oleh Mas Niko. Kemampuannya menjadi Junior Engineer di Teknolab adalah bukti bahwa lulusan SMK dapat memasuki dunia profesional dan bersaing dengan tenaga kerja lainnya.

Perjalanan Niko mengajarkan bahwa kerja keras, pengalaman, dan keberanian untuk mencoba adalah modal paling penting untuk memasuki dunia kerja. Pendidikan vokasi memiliki peran besar dalam mencetak lulusan yang siap terjun ke industri modern. Dari kegiatan praktik, kompetisi, hingga pengalaman kerja, semuanya membentuk Mas Niko menjadi profesional yang kompeten. Dari seorang siswa SMK yang hobi merakit dan mengembangkan perangkat elektronik, hingga menjadi seorang Junior Engineer yang berkarier di perusahaan teknologi, perjalanan itu dimulai dari langkah sederhana: kemauan untuk belajar dan berkembang, terus capai apa yang ingin kamu capai, fokus pada satu tujuan dan harus berusaha.

Posting Komentar